Cara Praktis Menghitung Volume Bekisting Kolom Beton Bertulang

Volume kolom merupakan jumlah isi dari suatu pilar penyangga bangunan yang umumnya terbuat dari beton bertulang besi. Semakin kuat struktur volume kolomnya maka semakin tahan suatu bangunan dari keruntuhan. Karena itu, membuat volume kolom tidak boleh sembarangan, jika kalian ingin membuatnya maka harus tahu cara menghitung volume kolom nya terlebih dahulu.

cara menghitung volume kolom

Berdasarkan standar SK SNI No. T-15-1991-03 terkait tata cara perhitungan struktur beton bangunan gedung, volume kolom harus mampu menahan beban seluruh bangunan ke suatu pondasi. Hal ini karena semua beban bangunan akan didistribusikan ke permukaan tanah yang menjadi pijakan dari pondasi tersebut.

cara menghitung volume beton

Untuk itu, jika terjadi kegagalan struktur volume kolom akibat kesalahan proses perhitungan, maka akibatnya bangunan kurang kokoh, bahkan kasus terburuknya bisa runtuh. Karena itulah jika kalian ingin membuat volume kolom pastikan untuk mengetahui cara menghitung volume kolom agar dapat menganalisa, memperkirakan, dan merencanakan proses pembuatan kolom tersebut.

Baca Juga : Contoh RAB Atap Baja Ringan Excel

Aspek Penting dalam Menghitung Volume Kolom

Aspek Penting dalam Menghitung Volume Kolom

Sesuai dengan SK SNI No. T-15-1991-03, ada beberapa aspek dasar-dasar perhitungan volume kolong yang wajib dipenuhi bila ingin membuat suatu bangunan. Berikut diantaranya:

  • Sisi terluar kolom harus monolit (menyatu sempurna) terhadap komponen struktur lainnya. Kondisi ini sering disebut sebagai “terjepit” karena masing-masing ujung terjepit dan dapat menahan momen beban gravitasi yang mengarah pada kolom tersebut.
  • Kolom harus dapat menahan semua beban aksial terfaktor dalam suatu rentang terdekat mulai dari atap hingga lantai. Pastikan juga beban aksial terfaktor dengan rasio maksimum harus dihitung dengan baik.
  • Pembebanan setiap level lantai (khusus untuk gedung tingkat berlantai lebih dari satu) harus didistribusikan secara merata berdasarkan kekakuan relatif kolom yang idasarkan pada momen maksimum kekangan pada sisi terluar kolom.
  • Pengaruh beban eksentris dari suatu konstruksi yang nominalnya ganjil harus diperhitungan dengan teliti. Tak hanya itu, beban tak seimbang yang dipengaruhi oleh konstruksi dengn struktur menerus juga wajib diperhitungkan dengan baik.

Jenis-Jenis Kolom Bangunan

jenis-jenis kolom bangunan

Kolom memiliki beberapa kategori yang dibagi berdasarkan beberapa hal, berikut diantaranya:

a) Berdasarkan Bahan Konstruksi

Jika dilihat berdasarkan bahan konstruksi yang digunakannya, kolom bangunan dibagi ke dalam beberapa hal seperti kolom beton bertulang, kolom balok, kolom batu, kolom kayu, kolom baja, dan kolom batako.

b) Berdasarkan Fungsi Penguatan

Fungsi penguatan merupakan metode yang digunakan untuk menyatukan antara ujung kolom satu dengan lainnya agar bangunan kokoh. Diantaranya ada kolom praktis, kolom spiral, kolom terikat, dan kolom komposit.

c)  Berdasarkan Bentuk Kolom

Berdasarkan bentuknya, kolom bangunan dibagi menjadi kolom persegi yang berbentuk kotak sama sisi, kolom lingkaran yang berbentuk oval atau bundar sempurna, kolom L yang membentuk satu sudut 90 derajat, dan kolom T yang membentuk dua sudut 90 derajat.

d)  Berdasarkan Jenis Muatan

Dilihat dari jenis muatan yang digunakan, volume kolom bangunan dibagi menjadi beberapa tipe diantaranya ada kolom aksial, kolom ekstentrik biaksial, kolom bore pile, dan kolom eksentrik uniaksial yang masing-masing punya keunggulan dan kekurangannya tersendiri.

judul gambar

e)  Berdasarkan Rasio Kolom

Berdasarkan kelangsingannya (rasio kolomnya), volume kolom dibagi menjadi dua kategori yakni kolom pendek yang tekuknya tidak terlalu berepngaruh, dan kolom langsing yang tekuknya sangat berpengaruh sehingga perlu diperhitungkan matang-matang.

Baca Juga : Cara Menghitung Borongan Konstruksi Baja

Cara Menghitung Volume Kolom Beton Rumah / Bangunan

Cara menghitung volume kolom ini kami khususkan untuk jenis kolom beton bertulang. Untuk tipe kolom lainnya seperti kolom praktis, kolom beton sloof, kolom beton bondek, kelom beton strous atau lainnya bisa kalian sesuaikan sendiri nantinya.

cara menghitung volume beton

Berikut rincian bahan konstruksi pembuatan volume kolom beton rumah yang diperlukan untuk tipe beton bertulang dengan 90 / 180 kg besi + bekisting:

  • Plat lantai 10 cm ukuran 15 x 15 sebanyak 2 buah
  • Sloof beton tulang 15/20 tipe 8 – 15 sebanyak 12 ring
  • Kolom 15/20 tipe 8 – 15 sebanyak 12 ring
  • Ring balk 8 mm – 15 mm 12 ring
  • Tangga beton 10 mm dan 8 mm

1) Menentukan Volume Pasangan Sloof 15/20 cm

Menentukan Volume Pasangan Sloof 15/20 cm

Baca Dulu:

Rumus yang digunakan untuk menghitung volume sloof tipe 15/20 cm atau sesuai gambar di atas ialah:

  • Volume sloof = panjang sloof x luas penampang
  • Volume sloof = 0,20 m x 0.15
  • Volume sloof = 0.03 m2

Jika digunakan untuk rumah tipe dua lantai, maka total panjang sloof untuk tiap sisi pasangan pada lantai 1 dan 2 ialah sebanyak 123 m. Silakan amati lagi rincian desain konstruksi yang pada gambar di atas.

  • Total volume pasangan sloof = volume sloof x panjang sisi pasangan sloof
  • Total volume pasangan sloof = 0,03 m2 x 123 m
  • Total volume pasangan sloof = 3,69 m3

2)  Menghitung Volume Pasangan Kolom 12/20 cm

Menghitung Volume Pasangan Kolom 12/20 cm

Setelah volume pasangan sloofnya ketemu, sekarang kita tinggal menentukan volume pekerjaan kolom dan juga tangga betonnya. Berikut rinciannya:

Rumus menghitung volume pekerjaan kolom:

  • Volume pekerjaan kolom = tinggi kolom x luas penampang
  • Volume pekerjaan kolom = 0,20 m x 0,12 m
  • Volume pekerjaan kolom = 0,024 m2

Jika total tinggi kolom pada lantai 1 dan 2 adalah 35 titik (lihat pada rancangan konstruksi di atas) dengan ketinggian 3 meter maka total tinggi kolom adalah 105 m.

Jadi, total volume pasangan kolom = 0,024 m2 x 105 m = 2,52 m3

Baca Juga :

Nah itulah rincian cara menghitung volume kolom beton yang dapat kalian contoh. Jika masih bingung, silakan tanyakan saja melalui kolom komentar di bawah.

judul gambar

Leave a Comment

close
Alternative Text